What a stressful period for me, and it’s not over yet. I still have to endure this uncertainty I don’t know for how much longer.

Yeaah.. it’s about job. Now I don’t have job, and I’m frantically looking for job. I’ve been out of the job for the past 2.5 years now, well the 1st 2years I spent on getting my master degree, so that doesn’t count :(

So, after I was graduated back in September 2009, I have this huge confidence that I’m gonna get the job very soon. I mean, who wouldn’t want to take a Master of Strategic Management from the most prestigious University in this country. And adding to that, I have four years working in a multinational company, a real multinational company (we have people from all over Asia,e.g. Japanese, Singaporean, Indian, Malaysian, Philipinos, and even one Burmese).

So, I started to send applications. when none of those applications were responded, I tried to console myself, maybe it’s because of fasting month, so the recruitment is slowing down. Then, after the lebaran holiday I sent some more applications, and neither were responded. And, I tried to reason again, oo maybe because it’s almost end-of-year,so companies will start recruiting in the new year.

And so it goes. Until now. I think I’ve sent more than 300 applications, with only so little (less than 5) answered/responded.

And now I’m beginning to feel the pressure building up. I’m so stressful. Many people gave me suggestions, some say to start of my own business. Well, I don’t know. I don’t see myself as an entrepreneur type. Maybe I’m just too afraid to step in to something so unpredictable as entrepreneur.

That’s just me I guess. I’m a kind of person who analyze everything. Sometimes it’s good, but there’re also times when I just have to go with my gut,but I just couldn’t do it. My mind is always full of “what ifs”, thinking of thousands of scenarios possible. And those kind of thinking hindered me from ‘jumping into the water’

BTW, I just offered a position as a ‘financial consultant’. Well basically it’s a sales job. I dunno. I never thought of myself to become a sales type. I know I can be very persuasive, and I think I’m very good at identifying people’s reaction, so I would know if someone is interested in what I’m talking or she/he just playing polite with me. But, the thought of becoming a salesperson scares me a little bit. i mean, I usually shrugged off salesperson without having the courtesy to listened and to know first what he/she offered. Guess I’m afraid of rejection.

Rejection, yeah.. I think that’s the reason why I analyze so much. I’m so afraid of failure,so I thought of different scenarios, and try to have the best way to ‘enter’, and be a success.

I don’t know.. I just don’t know. If there’s one thing that keep me going, is the thought that it’s not gonna be like this forever, and hope that the it’ll turn up and becoming better. Keeping my fingers crossed for that :)

Sebelum ini aku gak suka nge-blog. Bikin blog ini aja pun karena iseng, sekalian supaya keliatan savvy,’n keren… punya blog euy… blogger euy.. Padahal, isinya… cuma 2 posting (ini post yang ke tiga)

Beberapa bulan yang lalu (ya.. udaaa lamaa siii.. :p), aku mendaftar account Twitter. Ya.. lagi-lagi, hanya demi sekedar gengsi. Gw kan generasi internet, apa kata dunia nanti kalo ditanya orang “eh.. elu punya twitter gak?”, kalo njawab “gak punya,.. apaan sih twitter??” kok spertinya katrok banget…..

Memang sih, sampai sekarang, twitter belum jadi mainstream untuk cara berkenalan. Kalau dulu berkenalan, terus bertukar nomer handphone. Sekarang, berkenalan bertukar Pin BB dan account Facebook :) . So, karena gw belum punya BB, ya.. account facebook lah dijadikan andalan untuk kenalan :)

Tapi, belakangan ini, aku mulai lebih banyak membuka twitter. Terutama setelah aku menggunakan aplikasi twitter untuk handphone. Pertama kugunakan Snaptu. Tapi, kemudian aku pindah ke Gravity. Pertamanya aku gak tau gimana pakai twitter, dan menurutku kok twitter membosankan. Entah apa yang membuatku tiba-tiba mulai doyan lagi dengan twitter. Mungkin dengan semakin banyaknya orang2 yang aku follow, maka timeline ku semakin penuh, dan aku mulai merasa twitter semakin menarik :)

Belakangan ini aku malah lebih sering membuka twitter ketimbang membuka Facebook. Di laptopku pun aku meng-install TweetDeck, aplikasi pembaca twitter, sehingga memudahkan untuk memaca twit,membuka foto2 dari twitpic.com tweetphoto.com dll. Aku juga mulai terlibat diskusi2 kecil tentang berbagai hal, mainly tentang politik sih.. :)

Tapi, one thing I like about twitter. Ia merapatkan jarak antara para pesohor dengan orang biasa. Tidak jarang twit ku dibalas oleh pesohor-pesohor. Bukan itu saja, twitter juga membuka wawasan lebih luas karena banyak orang-orang yang ku follow adalah orang-orang pintar.

Semakin kemari, kayaknya twitter makin asyik saja. Persis ketika Facebook baru mulai muncul, ada keasyikan tersendiri melihat-lihat timeline orang-orang. Melihat profile orang-orang tersebut… Lagi pula, twitter, karena hanya membatasi post dengan 140 karakter menyulitkan bagi spammer untuk nge-junk di twitter. Salah satu keuntungan twitter daripada Facebook, yang, IMO, semakin penuh sesak plus dengan tawaran2 aneh berbau junk/spam :(

So, what’s next? Gak tau juga… Tapi aku pikir dunia social media akan terus bergerak, dan killer2 application akan tetap bermunculan. Sekarang ini Facebook dengan 300 juta lebih penggunanya adalah king of Social network. Tapi, twitter segera menyusul, walaupun twitter kalau tidak salah baru punya sekitar 60 juta pengguna.  So,.. might enjoy it while it lasts… Masa mau balik lagi ke jaman Friendster… :)

I think I’m in love. Yeah… It’s been a while, and I almost forget how it feels like. But I think now I’m in those kinda situation right now.

Why do I think that I’m in love, and not some kinda ‘fling’ that comes and goes? Well, for once, I can’t stop thinking about her. From the moment I wake up in the morning, She’s the first thing that comes to my mind. And she probably the last thing I remembered before I fell into sleep every night.

I know it sounds crazy, right? Yeah, I even thought that myself. I must be crazy, because it’s illogical. Believe me, I’m a very logical person. I digest almost everything through ‘logical factory’ in my brain. When I think it’s illogical, I’m fast to point out how illogical that is and willing to argue over it, because I think I have a better argumentation.

So, I often asked myself, what is happening to me? I even ordered myself to stop thinking about her so much, and even try to tell myself that that person that I always think of, may not even think about me at all…:(. But, that doesn’t stop me from thinking about her, almost all the time.

And another sign of me falling for her is, I got butterflies in my stomach every time I’m near her, talk to her, or even look at her picture. I have to admit, I repeatedly open her Facebook’s page just to see what she’s doing; and sometimes I found unpleasant surprise at her page :( , but that doesn’t stop me from looking at her page. That is something I normally wouldn’t do. Usually I’m very cool and confident with women. But not with her. I’m clueless when I’m near her. My brain just shut down. I can’t find words that I usually easily utter to other women.

I guess it’s true what people say about a person who’s in love. They are in head over heel over the person whom they fell in love with. That’s what I feel right now.

I guess love is indeed a strong emotion. No wonder that God created universe just for Him to be able to demonstrate His love.

Who am I???

22/10/2009

Pertanyaan ini aku tuliskan pada status facebook ku beberapa waktu yang lalu. Mulanya pertanyaan itu kutuliskan hanya untuk iseng belaka, serta untuk ‘memancing’ komentar friends facebook ku. Dan beberapa temanku berkomentar pada statusku ini, mulai dari yang bercanda, hingga ada teman yang menjawab dengan cukup serius.

Well, kemudian aku mulai berpikir terhadap pertanyaan ini. Who am I? Siapakah aku ini? Apakah aku mengenal diriku sendiri? Kemudian dengan sedikit berkontemplasi, aku mulai melihat kembali apa yang pernah terjadi dalam kehidupanku. Seperti sebuah snapshots, aku mulai melihat highlights hidupku, apa yang terjadi padaku. Dan, akhirnya aku mengambil kesimpulan, I am who I am. This is me, with all my characters, abilities, weaknesses and traits.

Tapi kemudian aku bertanya pada diriku lagi. Seberapa sering aku melakukan ‘self-check’ seperti ini? Bukankah pertanyaan yang lebih sering kutanyakan adalah “How do other people think about me?”, “how’s my appearance?”. Yap, sering kali aku sibuk berpikir dan berusaha menebak apa yang orang lain pikirkan terhadap diriku, sehingga tanpa sadar (mungkin juga kadang dengan penuh kesadaran.. :) ), aku mengenakan ‘topeng’ atau ‘kostum’, sehingga orang lain melihat diriku dengan ‘kostum’ yang aku kenakan, dan sambil berharap bahwa orang tersebut tidak melihat apa/siapa dibalik kostum itu.

Ketika aku melihat diriku, aku melihat beberapa kostum yang aku kenakan untuk ‘kumpulan’ yang berbeda-beda. Aku punya kostum untuk teman-teman ‘main’ku. Aku punya kostum yang berbeda untuk teman-teman gerejaku. Kostum yang lain lagi aku punyai untuk kupakai ketika bertemu dengan orang-orang yang baru kukenal, atau dalam kondisi yang formal.

Ketika kulihat kostum-kostum yang berbeda-beda itu, aku melihat ternyata ada ‘benang merah’ dari semua kostum-kostum yang kumiliki. Misal, dalam setiap kostum, yang kuperhatikan adalah, aku senang menunjukkan kepintaranku, keluasan pengetahuanku dan wawasanku. Juga, aku senang memperhatikan perilaku serta respons dari orang-orang disekililingku, walaupun aku hanya mencatat observasi tersebut dalam hatiku sendiri, tanpa mengatakannya pada orang tersebut.  Oh ya, pada prinsipnya aku ingin orang memperhatikanku, tapi aku tidak ingin harus menonjolkan diriku dengan berbagai macam usaha. Mungkin itu sebabnya, aku ‘cukup’ menunjukkan keluasan wawasanku, dengan harapan hal tersebut dapat ‘mengangkat’ aku menjadi pusat perhatian.

Well, memang pada prinsipnya aku memang senang mengobservasi, membaca dan menganalisis. Tapi, anehnya, biasanya seorang observer yang baik adalah seorang yang attentive kepada detail. Dan aku adalah orang yang tidak menyukai detail. Mungkin analoginya, aku lebih menyukai menjadi elang yang terbang tinggi, dan memiliki ‘bird’s eye view’, ketimbang ayam yang matanya selalu menunduk kebawah mencari biji-bijian yang bisa dipatuknya untuk dimakan. Lalu, apakah menjadi ayam kurang hebat ketimbang menjadi elang? Tidak juga. Menjadi ayam, menjamin keberlangsungan makanan yang diperolehnya, walaupun secara kuantitas dan kualitas mungkin tidak terlalu baik. Elang dengan terbang tinggi dapat melihat mangsa yang secara kualitatif dan kuantitatif lebih baik, serta dapat menentukan ‘strategi’ untuk melakukan penyerangan untuk mendapatkan mangsanya. Namun, handicap yang dimiliki elang adalah, ia perlu faktor waktu antara analisis lingkungan dan eksekusi, yang mana, ketika melakukan akhirnya ia mengeksekusi, seluruh atau beberapa variabel telah berubah. Sehingga, bisa jadi ia tidak berhasil memperoleh mangsanya.

Hmm.. nampaknya mulai ngelantur nih, kok malah membahas elang dan ayam? Itulah, kadang memang pikiranku bisa berbelok tanpa memberikan aba-aba sebelumnya, dan aku larut dalam pikiran itu, dan kadang baru sadar bahwa ternyata pikiranku telah berbelok, dan tidak jarang menjadi tersesat, karena aku tidak tahu apa yang sebelumnya menjadi pikiranku. Hahaha… I’m lost on my own mind. Hopefully ini bukan tanda-tanda I’m losing my mind .. Kalau iya, waduuh…

Mulai nulis…

22/10/2009

Setelah sekian lama blog ini ‘terlantar’ dengan cuma 1 post :( , akhirnya kuputuskan untuk mulai menulis. Alasannya sederhana. Seringkali ide-ide dan pemikiran muncul dikepalaku ketika malam sudah larut, bahkan, bukan lagi malam akan tetapi sudah dini hari, bahkan, tak jarang, kepalaku masih sibuk dengan seribu macam pikiran ketika kumandang adzan subuh terdengar.

Kalau sudah begitu, mau tak mau kumantapkan diriku untuk men-shut down otakku dari bermacam pikiran yang berputar-putar, dan berkonsentrasi untuk tidur. Yap, kadang (atau sering), aku harus berkonsentrasi untuk bisa tidur.

Daripada pikiran-pikiran yang beterbangan didalam otakku hilang begitu saja (dan kadang muncul lagi dikemudian hari), maka kuputuskan, lebih baik kutuliskan saja apa yang ada dalam pikiranku itu dalam blog ini. Ya, paling tidak, aku berharap aku bisa tidur lebih nyenyak karena otakku tidak lagi disibukkan dengan ide-ide dan pemikiran yang beterbangan dan berlompatan pada synaps otakku.

Well, here it goes…. I will try to write whatever that goes in my mind.

akhirnya…. bikin juga blog sendiri……. Sebenernya ini blog udahlama didaftarin, tapi entah kenapa, waktu itu enggak diisi juga

ya… sebenernya bikin blog, selaen buat gaya-gayaan, sekalian latian, ‘n numplekin apa yang ada dikepala.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.