Who am I???

22/10/2009

Pertanyaan ini aku tuliskan pada status facebook ku beberapa waktu yang lalu. Mulanya pertanyaan itu kutuliskan hanya untuk iseng belaka, serta untuk ‘memancing’ komentar friends facebook ku. Dan beberapa temanku berkomentar pada statusku ini, mulai dari yang bercanda, hingga ada teman yang menjawab dengan cukup serius.

Well, kemudian aku mulai berpikir terhadap pertanyaan ini. Who am I? Siapakah aku ini? Apakah aku mengenal diriku sendiri? Kemudian dengan sedikit berkontemplasi, aku mulai melihat kembali apa yang pernah terjadi dalam kehidupanku. Seperti sebuah snapshots, aku mulai melihat highlights hidupku, apa yang terjadi padaku. Dan, akhirnya aku mengambil kesimpulan, I am who I am. This is me, with all my characters, abilities, weaknesses and traits.

Tapi kemudian aku bertanya pada diriku lagi. Seberapa sering aku melakukan ’self-check’ seperti ini? Bukankah pertanyaan yang lebih sering kutanyakan adalah “How do other people think about me?”, “how’s my appearance?”. Yap, sering kali aku sibuk berpikir dan berusaha menebak apa yang orang lain pikirkan terhadap diriku, sehingga tanpa sadar (mungkin juga kadang dengan penuh kesadaran.. :) ), aku mengenakan ‘topeng’ atau ‘kostum’, sehingga orang lain melihat diriku dengan ‘kostum’ yang aku kenakan, dan sambil berharap bahwa orang tersebut tidak melihat apa/siapa dibalik kostum itu.

Ketika aku melihat diriku, aku melihat beberapa kostum yang aku kenakan untuk ‘kumpulan’ yang berbeda-beda. Aku punya kostum untuk teman-teman ‘main’ku. Aku punya kostum yang berbeda untuk teman-teman gerejaku. Kostum yang lain lagi aku punyai untuk kupakai ketika bertemu dengan orang-orang yang baru kukenal, atau dalam kondisi yang formal.

Ketika kulihat kostum-kostum yang berbeda-beda itu, aku melihat ternyata ada ‘benang merah’ dari semua kostum-kostum yang kumiliki. Misal, dalam setiap kostum, yang kuperhatikan adalah, aku senang menunjukkan kepintaranku, keluasan pengetahuanku dan wawasanku. Juga, aku senang memperhatikan perilaku serta respons dari orang-orang disekililingku, walaupun aku hanya mencatat observasi tersebut dalam hatiku sendiri, tanpa mengatakannya pada orang tersebut.  Oh ya, pada prinsipnya aku ingin orang memperhatikanku, tapi aku tidak ingin harus menonjolkan diriku dengan berbagai macam usaha. Mungkin itu sebabnya, aku ‘cukup’ menunjukkan keluasan wawasanku, dengan harapan hal tersebut dapat ‘mengangkat’ aku menjadi pusat perhatian.

Well, memang pada prinsipnya aku memang senang mengobservasi, membaca dan menganalisis. Tapi, anehnya, biasanya seorang observer yang baik adalah seorang yang attentive kepada detail. Dan aku adalah orang yang tidak menyukai detail. Mungkin analoginya, aku lebih menyukai menjadi elang yang terbang tinggi, dan memiliki ‘bird’s eye view’, ketimbang ayam yang matanya selalu menunduk kebawah mencari biji-bijian yang bisa dipatuknya untuk dimakan. Lalu, apakah menjadi ayam kurang hebat ketimbang menjadi elang? Tidak juga. Menjadi ayam, menjamin keberlangsungan makanan yang diperolehnya, walaupun secara kuantitas dan kualitas mungkin tidak terlalu baik. Elang dengan terbang tinggi dapat melihat mangsa yang secara kualitatif dan kuantitatif lebih baik, serta dapat menentukan ’strategi’ untuk melakukan penyerangan untuk mendapatkan mangsanya. Namun, handicap yang dimiliki elang adalah, ia perlu faktor waktu antara analisis lingkungan dan eksekusi, yang mana, ketika melakukan akhirnya ia mengeksekusi, seluruh atau beberapa variabel telah berubah. Sehingga, bisa jadi ia tidak berhasil memperoleh mangsanya.

Hmm.. nampaknya mulai ngelantur nih, kok malah membahas elang dan ayam? Itulah, kadang memang pikiranku bisa berbelok tanpa memberikan aba-aba sebelumnya, dan aku larut dalam pikiran itu, dan kadang baru sadar bahwa ternyata pikiranku telah berbelok, dan tidak jarang menjadi tersesat, karena aku tidak tahu apa yang sebelumnya menjadi pikiranku. Hahaha… I’m lost on my own mind. Hopefully ini bukan tanda-tanda I’m losing my mind .. Kalau iya, waduuh…

Mulai nulis…

22/10/2009

Setelah sekian lama blog ini ‘terlantar’ dengan cuma 1 post :( , akhirnya kuputuskan untuk mulai menulis. Alasannya sederhana. Seringkali ide-ide dan pemikiran muncul dikepalaku ketika malam sudah larut, bahkan, bukan lagi malam akan tetapi sudah dini hari, bahkan, tak jarang, kepalaku masih sibuk dengan seribu macam pikiran ketika kumandang adzan subuh terdengar.

Kalau sudah begitu, mau tak mau kumantapkan diriku untuk men-shut down otakku dari bermacam pikiran yang berputar-putar, dan berkonsentrasi untuk tidur. Yap, kadang (atau sering), aku harus berkonsentrasi untuk bisa tidur.

Daripada pikiran-pikiran yang beterbangan didalam otakku hilang begitu saja (dan kadang muncul lagi dikemudian hari), maka kuputuskan, lebih baik kutuliskan saja apa yang ada dalam pikiranku itu dalam blog ini. Ya, paling tidak, aku berharap aku bisa tidur lebih nyenyak karena otakku tidak lagi disibukkan dengan ide-ide dan pemikiran yang beterbangan dan berlompatan pada synaps otakku.

Well, here it goes…. I will try to write whatever that goes in my mind.

akhirnya…. bikin juga blog sendiri……. Sebenernya ini blog udahlama didaftarin, tapi entah kenapa, waktu itu enggak diisi juga

ya… sebenernya bikin blog, selaen buat gaya-gayaan, sekalian latian, ‘n numplekin apa yang ada dikepala.