Twitter, maenan baru…
23/03/2010
Sebelum ini aku gak suka nge-blog. Bikin blog ini aja pun karena iseng, sekalian supaya keliatan savvy,’n keren… punya blog euy… blogger euy.. Padahal, isinya… cuma 2 posting (ini post yang ke tiga)
Beberapa bulan yang lalu (ya.. udaaa lamaa siii.. :p), aku mendaftar account Twitter. Ya.. lagi-lagi, hanya demi sekedar gengsi. Gw kan generasi internet, apa kata dunia nanti kalo ditanya orang “eh.. elu punya twitter gak?”, kalo njawab “gak punya,.. apaan sih twitter??” kok spertinya katrok banget…..
Memang sih, sampai sekarang, twitter belum jadi mainstream untuk cara berkenalan. Kalau dulu berkenalan, terus bertukar nomer handphone. Sekarang, berkenalan bertukar Pin BB dan account Facebook
. So, karena gw belum punya BB, ya.. account facebook lah dijadikan andalan untuk kenalan
Tapi, belakangan ini, aku mulai lebih banyak membuka twitter. Terutama setelah aku menggunakan aplikasi twitter untuk handphone. Pertama kugunakan Snaptu. Tapi, kemudian aku pindah ke Gravity. Pertamanya aku gak tau gimana pakai twitter, dan menurutku kok twitter membosankan. Entah apa yang membuatku tiba-tiba mulai doyan lagi dengan twitter. Mungkin dengan semakin banyaknya orang2 yang aku follow, maka timeline ku semakin penuh, dan aku mulai merasa twitter semakin menarik
Belakangan ini aku malah lebih sering membuka twitter ketimbang membuka Facebook. Di laptopku pun aku meng-install TweetDeck, aplikasi pembaca twitter, sehingga memudahkan untuk memaca twit,membuka foto2 dari twitpic.com tweetphoto.com dll. Aku juga mulai terlibat diskusi2 kecil tentang berbagai hal, mainly tentang politik sih..
Tapi, one thing I like about twitter. Ia merapatkan jarak antara para pesohor dengan orang biasa. Tidak jarang twit ku dibalas oleh pesohor-pesohor. Bukan itu saja, twitter juga membuka wawasan lebih luas karena banyak orang-orang yang ku follow adalah orang-orang pintar.
Semakin kemari, kayaknya twitter makin asyik saja. Persis ketika Facebook baru mulai muncul, ada keasyikan tersendiri melihat-lihat timeline orang-orang. Melihat profile orang-orang tersebut… Lagi pula, twitter, karena hanya membatasi post dengan 140 karakter menyulitkan bagi spammer untuk nge-junk di twitter. Salah satu keuntungan twitter daripada Facebook, yang, IMO, semakin penuh sesak plus dengan tawaran2 aneh berbau junk/spam
So, what’s next? Gak tau juga… Tapi aku pikir dunia social media akan terus bergerak, dan killer2 application akan tetap bermunculan. Sekarang ini Facebook dengan 300 juta lebih penggunanya adalah king of Social network. Tapi, twitter segera menyusul, walaupun twitter kalau tidak salah baru punya sekitar 60 juta pengguna. So,.. might enjoy it while it lasts… Masa mau balik lagi ke jaman Friendster…